Kamis, 16 Mei 2013

SEJARAH NABI ISA AS

 Nabi Isa as. lahir di Betlehem, dilahirkan oleh
wanita suci yang bernama Maryam bin Imran. Nabi Isa as. tidak mempunyai seorang ayah karena Maryam tidak bersuami. Suatu ketika Maryam didatangi oleh Malaikat Jibril. Malaikat Jibril memberi penjelasan kepada Maryam akan dikaruniai oleh Allah SWT seorang anak laki-laki meskipun tidak bersuami. Maryam merasa malu untuk mempunyai anak karena belum menikah. Tetapi ini adalah kehendak Allah SWT dan kelak anak yang dilahirkan Maryam itu dijadikan Allah SWT sebagai nabi dan rasul.

Mendekati masa kelahiran anaknya, Maryam pergi meninggalkan rumah menjauh dari masyarakat sekitarnya agar saat melahirakan tidak mendapat cemohan. Dibawah sebuah pohon kurma di situlah Isa dilahirkan tanpa pertolongan siapa pun.

Setelah Isa berumur beberapa hari Maryam kembali ke rumah. Maryam mendapat petunjuk dari Allah SWT , apabila ada orang yang bertanya tentang anak yang dibawanya agar Maryam menjawab bahwa dia sedang berpuasa dan bernazar untuk tidak berbicara. Saat memasuki desanya banyak orang menanyakan bayi yang dibawa nya .

Kata mereka : “ Hai Maryam , bayi siapakah yang kau bawa itu ?” Maryam hanya diam dan menunjukn bayinya. Dari mulut bayi keluarlah kata-kata : “ Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah SWT, Allah SWT meberiku kitab suci, menjadikan aku seorang Nabi. Aku diberkahi oleh-Nya di manapun aku berada dan kepadaku diwasiatkan untuk melakukan salat dan zakat sepanjang hidupku .... (dst) “ Maka diamlah orang-orang yang bertanya kepada Maryam. Mereka percaya bahwa Maryam adalah gadis suci yang dipilih Allah SWT utuk melahirkan bayi yang nantinya akan dijadikan sebagai nabi dan rasul oleh Allah SWT.

Pada usia ke 30 tahun Isa diangkat sebagai nabi dan rasul oleh Allah SWT. Nabi Isa as. diberi tugas kepada kaumnya agar tidak menyimpang dari ajaran-ajaran Nabi Musa as. Nabi Isa as. diberi wahyu sebagai rasul oleh Allah SWT di atas bukit zaitun.

Dalam berdakwah Nabi Isa as. mengalami banyak rintangan dan hambatan, di antaranya Nabi Isa as. dituduh sebagai pembohong.
Orang-orang yang tidak suka kepada Nabi Isa as. menuntut untuk membuktikan bahwa Nabi Isa as. benar-benar utusan Allah SWT.

Dan Allah SWT memberikan beberapa mukjizat kepada Nabi Isa as. sebagai berikut :
1. Dapat menciptakan seekor burung dari tanah liat atas seizin Allah SWT.
2. Dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir
3. Dapat mengetahui keadaan seseorang , apa yang dimakan dan diminum, apa yang dilakukan di rumah, dan apa yang disimpannya.
4. Dapat menghidupkan orang mati atas seizin Allah SWT
5. Dapat menyembuhkan penyakit yang tidak ada obatnya.
6. Dapat menurunkan makanan dari langit, terjadi ketika para sahabatnya kaum Hawariyah saat kelaparan menyertai perjalanan dakwah Nabi Isa as.

Dalil-dalil dari Al-Qur’an :
Pertama, firman Allah Ta’ala: Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az Zukhruf [43]: 57-61).

Kedua, firman Allah Ta’ala: “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan ada­lah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari kiamat nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 157-159).

Karena semakin banyak pengikut-pengikut Nabi Isa as. membuat musuh-musuh Nabi Isa as. marah , mereka menyebarkan fitnah bahwa Nabi Isa as. adalah Nabi palsu.

Ketika penangkapan Nabi Isa as. terjadi, semua pengikut Nabi Isa as. melarikan diri.

Tetapi Allah SWT melindungi dan menyelamatkan Nabi Isa as.
Nabi Isa diangkat ke langit dan mengganti wajah serupa oleh satu muridnya.




Setelah perjamuan terakhir nabi Isa menyuruh para Hawariyyin pengikut setianya untuk meninggalkannya. Takdirpun terjadi nabi Isa diwafatkan selama tiga jam kemudian diangkat ke langit.
Seorang pengikut nabi Isa, dalam buku-buku sejarah Islam tercatat bahwa namanya adalah Syam’un, ia kafir kepada nabi Isa sebelum ayam berkokok. Dan menjual informasi lokasi persembunyian nabi Isa dengan 3 dirham saja. Tatkala orang-orang Yahudi menemukan tempat persembunyian nabi Isa sesungguhnya nabi Isa tidak ada disana. Dalam gelap gulita Allah membuat Syam’un mirip dengan nabi Isa, dan Syam’unlah yang kemudian ditangkap dan disalib. Dalam buku-buku kristen dan yahudi nama orang yang berkhianat kepada nabi Isa adalah Yudas Escariot.
Bunda Maryam bersedih dan menangisi nabi Isa di kayu salib, ditemani seorang perempuan yang pernah nabi Isa sembuhkan dari penyakit gila. Allah kemudian memerintahkan nabi Isa untuk turun menemui Maryam dan para pengikut setianya.
Nabi Isa mengabarkan pada Maryam bahwa yang disalib bukanlah dirinya, tetapi pengikut yang berkhianat. Bahwa kini nabi Isa berada dalam kenikmatan dan kebaikan. Nabi Isa meminta bunda Maryam untuk mengumpulkan para Hawariyyin. Setelah berkumpul nabi Isa memberikan tugas dan memerintahkan para Hawariyyin untuk menyampaikan risalah yang dibawa nabi Isa pada umat manusia. Setelah itu nabi Isa kembali naik kelangit hidup bersama para malaikat.
Para Hawariyyin menunaikan tugas mereka dalam tekanan dari pihak rohaniawan Yahudi, tetapi otoritas Romawi mampu menjadi kekuatan penyeimbang yang menyebabkan agama Kristen dapat hidup dan menyebar.
Dari sekian Hawariyyin ada sebuah kisah perjuangan dakwah pengikut setia nabi Isa yang diabadikan dalam surat Yasin ayat 13-30 :
“Dan kisahkanlah pada mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. yaitu ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; Kemudian kami kuatkan dengan utusan yang ketiga, Maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.
Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Penuh Kasih Sayang tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.
Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa Sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas”.
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang Karena kamu, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti menyeru kami, niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”.
Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah Karena kamu sendiri. apakah jika kamu diberi peringatan kamu bernasib malang? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.
Dan datanglah dari pinggiran kota, seorang lelaki dengan bergegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.  Mengapa Aku tidak menyembah Tuhan yang Telah menciptakanku dan yang Hanya kepada-Nya-lah kamu semua akan dikembalikan? Mengapa Aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Allah,  jika Allah yang penuh Kasih menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku?  Sesungguhnya Aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya Aku Telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah pengakuan keimanan ku.
Dikatakan kepada lelaki itu: “Masuklah ke syurga”. ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku Mengetahui. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan Aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia meninggal suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak kami menurunkannya.  Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka tiba-tiba mereka semuanya mati. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
Kisah ini terjadi sesudah nabi Isa‘alaihi as salaam diangkat ke langit, Nabi Isa berpesan kepada para Hawariyyin untuk mencegah manusia dari menyembah patung. Maka dikirimlah Barnabas dan Paulus ke anthakiyah (Antiokh), kota ini sekarang masuk wilayah selatan negara Turki.
Penduduk Anthakiyah saat itu terdiri dari kalangan Yunani penyembah berhala dan Bani Israel. Barnabas dan Paulus gigih menyeru, adapun penduduk anThakiyah mendustakan mereka, Penduduk dari Kalangan Yunani memegang teguh paganisme mereka dan kalangan Bani Israel mencegah manusia mengimani Isa.
Lalu Allah mewahyukan pada kalangan Hawariyyin untuk memperkuat dakwah di Anthakiyah, maka dikirimlah Syam’an, Menyeru untuk menyembah Allah. Penolakan pada dakwah tauhid ini sangat kencang. Diantara syiar utama paganisme adalah manusia itu sama dan para dewa tidak mewahyukan perintah pada manusia, yang ada adalah para dewa itu turun ke bumi lalu menyerupai manusia untuk menyampaikan risalah pada manusia.
Penduduk Anthakiyah berkata bahwa “ar Rahman” tidak mewahyukan. Penggunaan kata ar Rahman dalam ayat 15, memiliki beberapa urgensi, pertama bahwa penduduk Anthakiyah dari kalangan Yunani mengagungkan Zeus yang diyakini sebagai sumber kasih sayang.
Dan penduduk dari kalangan Bani israel sangat menghindari penggunaan kata Allah, mereka mengganti kata Allah dengan menyebutkan satu sifatnya saja, terutama satu kata ini yang berarti kasih sayang.
Ketiga utusan ini menyampaikan hujjah yang kuat sehingga menyebabkan populernya doktrin-doktrin yang disampaikan, perbedaan pendapat dan sikap mulai terdapat diantara penduduk Anthakiyah, Dan selain itu hujan pun tidak turun.
Kondisi ini menyebabkan keputusasaan dikalangan pemimpin penduduk Anthakiyah, mereka berpendapat penyebab kondisi sial tersebut adalah dakwah para Rasul. Ketiga Rasul menyampaikan bahwa kondisi sial itu disebabkan tidak berimannya mereka kepada risalah tauhid.
Penduduk Anthakiyah kemudian mengusir para Rasul. Para Rasul itu kemudian mengembara ke berbagai kota, Dalam pengembaraan itu ada beberapa hal yang terjadi :
1. Beberapa keajaiban ditunjukan Paulus dan Barnabas
2. Bani Israel selalu memprovokasi agar para Rasul diusir. Dan dalam riwayat disebutkan bahwa Paulus dirajam di kota Listra
Dalam selang waktu dakwah para Rasul ini, ada seorang tukang kayu, bernama Habib, ia telah beriman sejak lama dan mengasingkan diri ke pinggiran kota. Ketika mendengar kedatangan para Rasul, ia bersegera datang ke kota. Ia ingin memberikan nasihat kepada kaumnya agar jangan berbuat dzalim kepada para Rasul, apalagi merajam mereka.
Dalam Nasihat kepada kaummnya sang tukang kayu menyampaikan beberapa point:
1. Ia mengetahui dengan pasti bahwa kaumnya sangat materialis, maka pendekatan yang ia pakai adalah bahwa para Rasul itu adalah penyeru yang tidak meminta upah
2. Sang tukang kayu menegaskan bahwa kaumnya telah memahami konsep ketuhanan, bahwa ada Tuhan yang Menciptakan. Dan ketika datang keterangan yang jelas tentang siapa pencipta, ia mempertanyakan : adakah alasan untuk tidak beriman kepada Sang Pencipta
3. Konsep ketuhanan tidak akan menunjukkan jalan yang benar jika tidak dibarengi konsep ibadah atau konsep penyembahan atau sistem ritual yang benar
4. Menegaskan bahwa para dewa dan patung-patungnya yang disembah bukanlah Tuhan yang Penuh Kasih Sayang yang memberikan manfa’at dan mudharat
5. Seruan tegas untuk menyembah Tuhan yang sesungguhnya
Atas nasihat-nasihat yang diberikan ini, tukang kayu tersebut dibunuh.
Kemudian di ayat 26 disebutkan bahwa tukang kayu tersebut masuk ke dalam surga, dan mengingat kerugian yang dialami kaumnya, dan betapa Ampunan Allah menyebabkannya mendapat tempat terbaik.
Dengan kejadian-kejadian tersebut, Allah tidak mengadzab kota itu dengan bala tentara malaikat, tetapi cukup dengan mengirimkan satu malaikat saja yang melaksanakan perintah Allah dengan satu kali teriakan saja, dan kebudayaan kota tersebut menjadi kebudayaan yang mati. Penyesalan terbesar atas sikap manusia adalah sikap mengolok-olok para utusan Tuhan.
Anthakiyah kemudian ditempati generasi lain yang menggantikan generasi yang tidak beriman. Generasi yang datang ini beriman kepada risalah yang dibawa Isa, dan dari tempat inilah kemudian kristen menyebar ke seluruh kawasan Romawi, menjadi bagian integral masyarakat Romawi dan dikemudian dijadikan agama resmi kekaisaran Romawi oleh kaisar Konstantin.
Waktu terus berjalan mendekati waktu yang dijanjikan Allah yaitu kedatangan nabi akhir zaman, nabi Muhammad. Kekaisaran romawi terbelah menjadi dua Kekaisaran barat yang berusia tidak panjang, terkalahkan dominasinya oleh kekuatan Eropa lainnya. Dan Kekaisaran romawi Timur atau Byzantium yang bertahan hingga tahun 1453 M dikalahkan oleh kekuatan muslim Turki Utsmani, dipawah pimpinan Muhammad al Fatih, sang penakluk.
Di tanah Persia, Kekaisaran Parthian yang menggantikan Achaemenid hancur dan digantikan dengan berdirinya kerajaan Sassanid dengan raja yang disebut Kisra.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar